SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA

Terima kasih telah mengunjungi blog ini, bila ada sanggahan maupun saran silahkan meninggalkan komentar anda, ini hanyalah media sarana kita berkomunikasi. trima kasih.

Selasa, 17 Juli 2012

KESAKSIAN CHRISTIAN ANDRYANSAH

"KESAKSIAN CHRISTIAN ANDRYANSAH"

>> Kategori: Kesaksian  > ->  Pertobatan
>>
>>  <mailto:elia-stories-subscribe@yahoogroups.com>
>> Awalnya saya mengenal Isa Almasih berawal dari kejadian yang hampir tidak
>> masuk akal.
>> Bermula dari kerusuhan mei 1998 pada waktu itu .
>>
>> Sebelum saya mengenal Isa Almasih , saya di didik oleh orang tua saya
>> maupun para ulama baik di bangku sekolah , musholla , maupun masjid bahwa
>> orang di luar penganut Islam adalah kafir dan Islam merupakan ajaran yang
>> paling benar dari segala kitab yang ada di muka bumi ini , dan yang
>> paling utama apabila ada di antara kami yang dapat mengenyahkan penganut
>> di luar Islam , adalah merupakan suatu pahala yang besar , sebab menurut
>> apa yang telah mereka ajarkan kepada saya intinya adalah penganut di luar
>> Islam merupakan jamaah syaithon yang harus segera di musnahkan dari muka
>> bumi ini , dan bahaya yang paling besar pada saat itu adalah kaum nashara
>> (Nasrani) yang selalu berkembang di Indonesia secara perlahan lahan ,
>> yang mana pada saat itu saya selalu di cekoki pelajaran yang terdapat di
>> dalam quran maupun hadist , begitulah bagaimana sikap saya yang bagaikan
>> iblis semula sebelum mengenal Isa Almasih yang mulia di bumi maupun
>> akhirat dengan kasihNya .
>>
>> Dan pada suatu waktu tepatnya awal kerusuhan mei 1998 , saya bersama
>> kawan-kawan saya (penganut Islam) mengendarai sepeda motor beramai > ->
>> ramai dengan tujuan untuk menjarah toko-toko milik non muslim , sebelum
>> kami berangkat melakukan hal tersebut , sebenarnya saya enggan mengikuti
>> mereka karena keluarga kami pun orang yang hidup di atas rata-rata dan
>> hal tersebut sepertinya merupakan sesuatu yang memalukan , dan pada saat
>> itu saya telah menyelesaikan study di perguruan tinggi dan saya masih
>> dalam status penggaguran dan hal inilah yang membuat saya mengikuti
>> ajakan teman saya, terutama apalagi bila ada salah satu dari mereka
>> berteriak mari kita hancurkan para kafir, hal inilah yang membuat
>> semangat saya menggebu gebu.
>>
>> Sampai pada suatu saat kami telah sampai di depan toko yang bernama El
>>  > ->  Shadai , dan kami yakin bahwa toko itu adalah toko milik kafir
>> Nasrani , dan akhirnya kamipun melempari toko tsb sambil meneriakan
>> Allahuakbar bersama-sama , dan meneriakan kafir keluar lu dari dalam toko
>> lu , dan pada waktu itu ada beberapa orang yang berhamburan keluar , dan
>> salah satu dari mereka mengendarai motor untuk melarikan diri dari kami ,
>> dan pada saat itu lah kami melihat pria itu mengenakan kalung salib di
>> lehernya , lalu teman saya yang bernama sultan (nama samaran) berseru
>> kepada saya ndry mari kita kejar dia, saya pun bergegas untuk membonceng
>> teman saya , sebelum saya membonceng motor kawan saya, saya mengambil
>> sepotong besi .
>>
>> Dan akhirnya kami pun mengejar pria itu , dan yang mana pada waktu itu
>> keadaan di jalan sangat carut marut , tetapi pria itu tetap menancap gas
>> , mungkin saking takutnya berusaha menyelamatkan diri dari kejaran kami ,
>> dan kawan saya pun mempercepat laju motornya , berhubung motor yang kami
>> tuggangi adalah motor king sedangkan pria tsb menggunakan motor bebek ,
>> maka perlahan-lahan kami dapat menyusulnya.
>>
>> Dan pada suatu saat pria itu membelokkan motornya pada persimpangan
>> dengan cepatnya, dan pada saat itulah kami tidak tahu darimana mobil
>> tersebut datang, seingat saya kamipun akhirnya menabrak mobil tersebut
>> dan saya serasa terbang di udara dan sesudah itu saya tidak dapat
>> memahami lagi .
>>
>> Pada waktu saya sadar, saya melihat banyak kerumunan di sekitar saya, dan
>> dengan reflek saya mencari teman saya, untuk melihat kondisinya, lalu
>> saya pun memisahkan diri untuk mencari teman saya dari kerumunan orang
>> tersebut, tetapi saya tidak tahu mengapa orang tersebut masih berkerumun
>> di tempat saya berada tadi . >
>>
>> Lalu saya pun melangkah ke jalan , dan saya mendapati kerumunan di sisi
>> jalan yang lain , dan saya pun berpikir itu pasti teman saya, lalu saya
>> pun melangkah mendekatinya, tiba tiba saya berhenti sontak di tengah
>> jalan, karena saya melihat di beberapa kerumunan teman saya, saya melihat
>> teman saya jadi dua dan ada banyak orang yang berwajah bengis dan hewan
>> kurus seperti anjing yang hendak memperebutkannya, lalu saya mengucek
>> mata saya sebab saya pikir saya masih belum sadar, setelah itu saya
>> melihat teman saya yang ada dua tersebut , salah satunya di seret-seret
>> oleh mereka untuk keluar dari kerumunan tersebut dan teman saya itu
>> berteriak ndry, ndry tolong saya, saya pun tak berani melangkah karena
>> saya takut  dan saya tetap diam terpaku di tengah jalan raya tersebut .
>>
>> Dan pada waktu itu ada sinar datang dari sebelah kanan saya dan waktu
>> saya menoleh ternyata mobil ambulance pas di samping kanan saya dan
>> menabrak saya dan saya pun tersontak dan menyebut Masyaallah sambil
>> memejamkan mata, tetapi mobil itu serasa melintasi tubuh saya , lalu
>> sayapun membuka mata saya dan dengan reflek saya memegang tangan saya
>> sendiri , lalu saya pun melihat mobil ambulance tersebut berhenti pas di
>> tempat saya jatuh tadi .
>>
>> Dan yang membuat saya terdiam seribu bahasa, ketika saya melihat tubuh
>> saya di masukkan ke dalam ambulance tersebut , hal ini yang membuat saya
>> seperti gila, sayapun akhirnya berlari tanpa tujuan dan saya tidak berani
>> mendatangi kerumunan di mana saya jatuh sebelumnya, karena saya takut
>> setelah melihat kejadian teman saya.
>>
>> Tidak jelas kemana saya berlari tiba tiba saya sampai di sebuah taman,
>> dan saya duduk dan menangis, apakah saya sudah mati, saya terus mencubit
>> cubit tangan saya, tapi saya tidak merasakan apapun, lalu saya menangis
>> lebih keras , dan sayapun tersungkur menangis di atas tanah, dan pada
>> saat saya tersungkur saya melihat sepasang kaki di depan mata saya dan
>> saya pun sontak mundur kebelakang, karena saya teringat langsung apa yang
>> di alami teman saya, tapi pada saat saya mau bangun dan melarikan diri
>> saya seperti lumpuh tidak bisa bergerak, dan saya pun memberanikan diri
>> untuk menatap siapakah yang di depan saya, tapi saya tidak bisa melihat
>> wajahnya karena sangat silau dan hal itu membuat saya pasrah dan
>> menundukkan muka.
>>
>> Lalu orang yang berpakaian putih di depan saya itu pun bertanya kepada
>> saya > "> Nak mengapa engkau menganiaya AKU> ">  lalu saya pun
>> menjawabnya > "> Setan pergi kau jangan ganggu saya > ">  sayapun
>> akhirnya mengucapkan ayat-ayat kursi untuk mengusirnya .
>>
>> Lalu Dia pun berkata lagi > "> Nak mengapa engkau menganiaya Aku > ">
>> sayapun masih melapatkan ayat kursi di bibir saya dan saya mengucapkan ya
>> allah usirlah setan itu dari hadapanku .
>>
>> Lalu Dia berkata lagi > "> Nak apakah kesalahanKu hingga kau menganiaya
>> Aku > ">
>> Lalu setelah saya sadar ayat kursi tidak ampuh untuk menghadapiNya akupun
>> tersungkur di bawah kakiNya dan menangis tersedu sedu dan akhirnya akupun
>> menjawabnya > "> Saya tidak tahu kenapa saya melakukannya , maafkanlah
>> saya > ">  dan saya pun meraung-raung di bawah kakinya. Dan diapun
>> berkata > "> Bangunlah , jangan takut , peganglah tanganKu.> ">
>>
>> Dan sayapun berdiri di depanNya sambil menundukkan muka saya (dan pada
>> waktu itu sayapun masih berpikir bagaimana cara melarikan diri dariNya),
>> sepertinya Dia tahu pikiran saya , dan Dia berkata lagi > "> Jangan takut
>> akan Aku, karena Aku lembut dan murah hati> "> . Dan akhirnya saya pun
>> memberanikan diri untuk menatapNya, saya merasakan kesedihan yang ada di
>> hati saya menjadi sirna seketika, dan saya pun memberanikan diri untuk
>> bertanya kepadaNya > "> Siapakah kamu sesungguhnya> ">  lalu Dia menjawab
>>  > "> Akulah yang selalu di perdebatkan oleh banyak anak manusia , Akulah
>> jalan yang lurus , Akulah yang telah membangkitkan orang dari kematian>
>> ">  , setelah saya mendengar Dia berkata > "> Akulah yang telah
>> membangkitkan orang dari kematian> ">  sayapun langsung tersadar bahwa
>> Dialah Isa Almasih atau Yesus Kristus yang banyak sekali di puja puja
>> oleh kaum Nasrani sebagai TuhanNya , lalu sayapun tersungkur di di bawah
>> kakinya kembali dan pada saat itu secara tak sadar saya memperhatikan
>> kakiNya yang
>> mempunyai tanda berlobang bekas luka, dan saya pun berkata > "> Ya Nabi
>> Isa , ampunilah segala sesuatu yang pernah saya perbuat terhadap
>> pengikutMu, ampunilah saya> ">  , dan sayapun menangis kembali karena
>> merasa berdosa terhadapNya , lalu dia pun berkata > "> Mengapa kamu
>> menganiaya mereka> ">  sayapun menjawabNya > "> saya tidak tahu , atau
>> mungkin karena mereka menganggapmu Allah , dan menduakan Allah > ">  lalu
>> Dia pun berkata > "> Segala apa yang ada padaKu adalah milik BapaKu yang
>> di Sorga , dan segala apa yang ada pada BapaKu di Sorga adalah MilikKu
>> juga , karena olehNya segala kekuasaan baik di bumi maupun di sorga telah
>> di serahkanNya kepadaKu , karena Aku dan Bapa adalah satu,  begitu juga
>> kau , kau sekarang adalah milikKu.> ">
>>
>> Sayapun masih menangis di bawah kakiNya pada saat Dia menerangkan tentang
>> siapa diriNya sebenarNya , yaitu Dia adalah Allah itu sendiri , lalu
>> sayapun berkata > "> Ya Isa Allahku ampunilah segala sesuatu yang pernah
>> saya lakukan > ">  di sinilah saya pertama kali menyatakan Isa adalah
>> Allah saya , lalu Isa Almasih berkata, > "> Pulanglah dan beritakanlah
>> tentang Aku , apa yang pernah kau lihat > '> Aku akan menyertai kalian
>> semua hingga zaman akhir> '> ">
>>
>> Dan pada saat itu pula sontak saya terbangun , ternyata saya sudah berada
>> di Rumah Sakit tepatnya ruang ICU kurang lebih selama 2 minggu dalam
>> keadaan koma , pada saat saya terbangun saya langsung menangis dan
>> menyebut ya Isa ya Tuhanku ampunilah saya , pada saat itu ibu dan
>> saudara-saudara saya sedang menunggu di luar dan bergegas masuk saat
>> mendengar suara saya , tetapi kebanyakan dari mereka heran mengapa saya
>> menyebut Isa sebagai Tuhan saya, dan banyak di antara mereka yang
>> menganggap saya kerasukan iblis dengan jalan membaca ayat kursi bersama
>> sama, hal inilah yang membuat saya tertawa terpingkal-pingkal pada saat
>> ini ketika mengingat mereka melakukan hal tersebut .
>>
>> Akhirnya sayapun di bawa pulang ke rumah setelah kondisi saya membaik ,
>> dan pada saat itu merupakan kegoncangan iman yang terbesar dalam hidup
>> saya tentang apa yang pernah saya percayai sebelumnya yang selalu penuh
>> dengan kekerasan , iri, dan dengki , dan saya mengingat tentang pertemuan
>> saya dengan Tuhan kita Yesus Kristus betapa baiknya dia terhadap saya ,
>> Dia tahu saya telah menganiaya pengikutNya seharusnya Dia memenggal
>> kepala saya tetapi Dia malah mengampuni saya dan mengembalikan Roh saya
>> menyatu kembali dengan jiwa dan tubuh saya. Padahal ibu saya pernah
>> berkata bahwa pada saat saya di rumah sakit dokter telah mengatakan bahwa
>> saya telah mengalami pendarahan otak dan mustahil bisa di sembuhkan , dan
>> sekalipun saya sembuh saya akan mengalami kelumpuhan total , banyak para
>> dokter yang merasa aneh pada kejadian saya yang ajaib , dan apabila
>> mereka bertanya saya hanya menjawab Isa / Yesus Kristus lah yang
>> menyembuhkan saya , kadang-kadang hal ini membuat mereka yang belum
>> menerima Yesus di dalam hatinya menganggap saya kerasukan iblis , begitu
>> juga saudara-saudara saya maupun bapak saya sendiri , sehingga sering
>> bapak saya mengundang para kiai maupun dai untuk mengotbahi saya , lalu
>> saya bertanya kepada mereka sudahkah kalian pernah merasakan kematian ,
>> merekapun jawab belum, lalu sayapun bilang kepada mereka , percayalah
>> kepada Isa , karena Isa lah yang menyelamatkan saya dari kematian ,
>> akhirnya banyak dari antara mereka yang pergi dengan hati yang dongkol .
>> Untungnya bapak saya merupakan Muslim yang liberal , dan akhirnya sayapun
>> menceritakan tentang semua kejadian yang pernah saya alami pada waktu itu
>> (mungkin bapak saya mendengarkannya dengan cara masuk kuping kiri ,
>> keluar kuping kanan) dan akhirnya bapak saya berkata seandainya apa yang
>> saya alami itu memang benar maka saya (> bapak saya) akan mengucap sukur
>> kepada nabi Isa yang telah menyelamatkan saya, dan sayapun selalu
>> berdebat dengan bapak saya , sampai akhirnya saya berkata kepada bapak
>> saya > ">  sungguh apa yang
>> semua saya alami adalah benar karena saya melihatnya dengan kepala dan
>> mata saya sendiri > ">  dan bapak sayapun bilang bagaimana mungkin kamu
>> melihatNya , orang pada saat itu bapak bersama ibumu selalu menunggui
>> kamu di rumah sakit , kapan kamu keluar dan bertemu denganNya tahukah
>> kamu ndry semua itu karena ridho allah titik , pada waktu itu saya pun
>> bingung menjawab pertanyaan yang di lontarkan bapak saya kepada saya ,
>> ibu saya pun menangis dan memeluk saya ketika melihat kami berdebat
>> dengan keras , dan menyuruh saya diam dan meninggalkannya , dan tanpa
>> sebab saya berkata kepada bapak saya > "> Ya benar Isa Almasih adalah
>> Tuhan saya sekarang ini , pelangi adalah saksi apa yang pernah saya
>> katakan > ">  Lalu bapak saya tertawa menyindir kepada saya , di musim
>> kemarau begini mana mungkin ada pelangi , dan sayapun akhirnya pergi
>> meninggalkan tempat saya berdebat dengan ayah saya itu dan menuju pintu
>> rumah untuk pergi keluar.
>>
>> Pada saat saya di luar rumah sayapun menangis dan berbicara sendiri > ">
>> Ya Isa Tuhanku mengapa begitu keraskah hati bapak saya seperti batu > ">
>> lalu saya pun mendongak ke atas langit , dan aneh nya saya melihat
>> pelangi , lalu saya menangis dengan penuh suka cita, lalu sayapun lari
>> kembali ke dalam rumah untuk menemui bapak saya , dan saya memanggilnya
>> untuk menunjukkannya , setelah bapak saya melihat pelangi tersebut diapun
>> diam seribu bahasa  dan setelah kejadian itu bapakku seperti mengalami
>> kegoncangan iman, seperti yang pernah saya alami sebelumnya .
>>
>> Sayapun mulai mencari lebih dalam tentang siapa Isa Almasih sebenarnya
>> melalui Al-Quran maupun hadist dan saya menemukan hal-hal yang membuat
>> saya terharu:
>>
>> Misalnya ayat surat-surat di bawah ini :
>> (Maryam, 19:19) Hanya Isa Anak Maryam yang langsung masuk Syurga kerana
>> Dia suci.
>> (Al Imran, 3:45) Bahkan Dia (Isa Almasih) terkemuka di dunia dan di
>> akhirat
>> (Al Fatihah, 1:6) "Indinash shiraathal mustaqiim"
>> Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus
>>
>> (Az Zukhruf, 43:61) "Wa innahu la'ilmu lis saa'ati fa laa tamtarunna
>> bihaa wa tabi'unni haadzaa shiraathum mustaqiim> ...> "
>> Artinya: Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang
>> hari kiamat kerana itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan
>> ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus > ...>
>>
>> (Az Zukhruf, 43:63) "Wa lammaa jaa-a 'Isa bil bayyinaati qaala qad
>> ji'tukum bil hikmati wa li ubayina lakum ba'dhal ladzii tathtalifuuna
>> fiihi fat taqullaaha wa athii'u> ...> "
>> Artinya: Dan tatkala Isa datang membawa keterangan. Dia berkata
>> sesungguhnya Aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu
>> sebagian yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah kepada
>> Allah dan taatlah kepadaKu> ...>
>>
>> (An Nisa, 4:171) "Inamal Masihu 'isabnu Maryama rasullahi wa kalimatuhu >
>> ...> "
>> Artinya: Sesungguhnya Isa Al Masih putra Maryam itu utusan Allah dan
>> FirmanNya> ...>
>>
>> (Hadis Anas bin Malik hal.72) "Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu>
>> ...> "
>> Artinya: Isa itu sesungguhNya Roh Allah dan FirmanNya
>>
>> (Maryam, 19:17) "> ...>  arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa
>> basyaran sawiyya."
>> Artinya: > ...> Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di
>> hadapannya menjadi Manusia yang sempurna> ...>
>>
>> (Hadis Ibnu Majah) "Laa mahdia illa isabnu Maryama> ...> "
>> Artinya: Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra Maryam> ...>
>>
>> (Al Anbiyaa, 21:91) "Wallatii ahshanat farjahaa fa nafakhnaa fiihaa mir
>> ruuhinaa Wa ja'alnaahaa wabnahaa ayatal lil 'aalamiin"
>> Artinya: Ingatlah kisah seorang perempuan yang memelihara kehormatannya
>> (Maryam) lalu Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami
>> jadikan dia dan Anaknya tanda (kuasa Allah) bagi semesta alam.
>>
>> (Maryam, 19:33) "Wa salaamu 'alayya yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa
>> yauma ub'atsu hayaa." >
>>
>> Artinya: Dan sejahtera atasNya pada hari Dia dilahirkan, pada hari Dia
>> wafat, dan pada hari Dia dibangkitkan hidup kembali."
>>
>> (Al Imran, 3:55) "Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa raafi'uka
>> ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa'ilul ladzina
>> tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati."
>> Artinya: Ingatlah tatkala Allah berfirman; Hai Isa, sesungguhnya Aku akan
>> mewafatkanMu, dan mengangkatMu kepadaKu, dan akan menyucikan Engkau dari
>> orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutiMu diatas
>> mereka yang kafir hingga hari kiamat."
>>
>> (Al Baqarah, 2:253) "Wa aatainaa 'isabna Maryam bayyinaati wa ayyadnaahu
>> bi ruuhil qudusi."
>> Artinya: Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam, beberapa mujizat serta
>> Kami perkuat Dia dengan Roh Kudus.
>>
>> (An Nisa, 4:156) "Wa bi kufrihim wa qaulihim 'alaa Maryama buhtaanan
>> 'azhiimaa."
>> Artinya: Dan kerana kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka
>> terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zinah).
>>
>> (Al Imran, 3:45) "Idz qalatil malaikatu yaa Maryama innallaaha
>> yubasyiruki bi kalimatim minhus muhul masihu 'isabnu Maryama wajihan
>> fiddun-yaa wal akhirati wa minal muqarrabiin."
>> Artinya: Ketika malaikat berkata, hai Maryam sesungguhnya Allah
>> menggembirakan kamu dengan Kalimah daripadaNya namannya Al Masih putra
>> Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang paling dekat
>> pada Allah.
>>
>> Dan sayapun akhirnya menelusuri dan mencari segala hal tentang Isa
>> Almasih Tuhan kita , dan akhirnya sayapun berpikir bahwa saya harus
>> mendapatkan Injil itu sendiri untuk memahami siapa Isa Almasih itu
>> sesungguhNya , ada keinginan yang sangat kuat di hati saya untuk
>> mendapatkannya (Injil) , lalu saya pun teringat akan toko yang pernah
>> kami (saya bersama kawan saya dulu ) rusakkan yaitu toko buku El > ->
>> Shadai , lalu sayapun pergi kesana .
>>
>> Pada saat saya sampai di toko tersebut , toko itu masih kelihatan rapi,
>> baik kaca-kacanya yang dulu kamu lempari dengan batu hingga pecah , telah
>> rapi terenovasi kembali, lalu sayapun menghampiri toko tersebut dan
>> akhirnya saya berbicara dengan salah satu penjaganya > "> mbak apakah
>> anda menjual Injil > ">  ya jawabnya , lalu penjaga itu pun mencarikan
>> Injil tersebut , lalu dia pun menyerahkan kepada saya Kitab Perjanjian
>> Baru , lalu saya bertanya lagi kepadanya , apakah ini Injil Isa Almasih
>> punya? , mbak penjaga itupun berkata sambil tertawa kecil ,> '> iya
>> Perjanjian Baru itu adalah Injil , lalu mbak itu pun berkata kepada saya
>>  > "> Apakah kamu non Kristen?> ">  , sayapun bingung menjawabnya , karena
>> agak takut oleh sebab sebelumnya , seandainya mbak itu tahu apabila saya
>> muslim mungkin dia akan benci kepada saya , pikir saya dalam hati ,
>> akhirnya dengan berat hati sayapun menjawabnya > ">  Ya saya muslim > ">
>> sambil saya menundukkan muka , lalu mbak itu pun berkata ah itu tak
>> masalah bagi kami sambil tersenyum, hal ini yang membuat saya heran
>> kenapa mereka yang begitu ramah bisa kami benci tanpa sebab sebelumnya?
>>
>> Lalu sayapun bertanya kepada dia, mbak adakah buku-buku tentang kisah
>> nabi-nabi menurut Kristen, lalu mbak itupun mencarikannya , sesudah itu
>> sayapun mananyakan harga totalnya untuk membayar buku-buku tersebut dan
>> sebelumnya saya pun bertanya kepadanya > "> Mbak apakah ada di antara
>> pegawai toko ini yang celaka pada saat kerusuhan sebelumnya> ">  mbak
>> itupun menjawab saya > "> Pada waktu kejadian tersebut toko ini telah
>> kami tutup lebih awal kira-kira jam sepuluh pagi > ">  lalu saya bertanya
>> lagi > "> Apakah ada yang menempati toko ini sebagai tempat tinggal ?> ">
>> ah tidak mas jawabnya , hanya satpam yang menjaga toko-toko di sekitar
>> kami , itupun juga mereka hanya menjaga di luaran saja untuk keamanan
>> sekitarnya. Hal ini yang membuat saya sangat bingung dalam hati , seingat
>> saya waktu kami merusak dan menjebol toko ini pada waktu petang hari
>> masih ada beberapa orang yang di dalamnya, sedangkan mbak itu bilang toko
>> telah tutup sejak jam 10 pagi dan tidak ada satupun penghuni yang
>> menempatinya, lalu siapakah di antara mereka yang kami kejar pa> da waktu
>> itu? Hal ini yang membuat saya heran hingga sekarang, seandainya apabila
>> saya menemui pria yang kami kejar-kejar dulu , mungkin saya akan berlutut
>> untuk meminta maaf kepadanya.
>>
>> Dan akhirnya sayapun kembali kerumah , dan sayapun mulai membaca Injil
>> satu persatu di kamar saya , saya sangat terenyuh ,sedih ,dan bangga pada
>> saat saya membaca kisah Injil , betapa mulianya segala sesuatu yang
>> pernah di perbuat oleh Isa Almasih / Yesus Kristus, begitu pun juga
>> ucapan-ucapan nya yang bagaikan pisau belati langsung menusuk hati
>> mengajarkan tentang kasih yang tulus, kerendahan hati , maupun
>> keselamatan, hal ini yang belum pernah saya peroleh sebelumnya semenjak
>> saya hidup di muka bumi, yang mana sebelumnya saya menganggap diri kami
>> sebagai muslim adalah yang tertinggi dari golongan lain kafir yang mana
>> para golongan kafir itu harus tunduk kepada kami yaitu para penganut
>> Islam, sebab ada di quran yang mengatakan > "> Hanya penganut Islam lah
>> yang masuk Sorga> ">  dan hal ini sangat tidak masuk akal , bagaimana
>> mungkin nabi-nabi sebelum Muhammad bisa di sebut Islam, karena mereka pun
>> tidak pernah sekalipun mengucapkan kalimat syahadat , dan juga pada saat
>> saya mengalami kejadian yang aneh di mana roh saya berpisah dengan tubuh
>> saya pada waktu kecelakaan dan mengalami koma , kenapa yang menemui saya
>> justeru Isa Almasih / Yesus Kristus , kemanakah muhammad yang dulu selalu
>> kami junjung-junjung namanya? dan siapakah mereka yang menyeret jiwa
>> teman saya dan memperebutkannya seperti makanan? sekali lagi Muhammad
>> tidak menolong kami (padahal teman saya sultan itu pemahaman tentang
>> Islam lebih hebat dari saya). Sekali lagi yang ingin saya sampaikan
>> kepada anda semua bahwa Muhammad sekalipun tidak dapat menyelamatkan jiwa
>> anda , karena Muhammad itu penipu , pendusta yang selalu mengotori hati
>> kita dengan penuh kebencian dan munafik. Dan akhirnya sayapun menyerahkan
>> diri saya sepenuhnya untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan saya dan
>> Juruselamat saya , dan pada tanggal 27 oct 2000 saya pun di baptis dalam
>> nama Anak, Bapa  dan Roh Kudus, Halleluya saya telah menerima kasih
>> karunianya, baik susah maupun senang Tuhan Yesus selalu menyertai saya.
>>
>> Amin
>>
>> Bandingkanlah dengan apa yang pernah di katakan Yesus Kristus Juruselamat
>> kita:
>> Matius 5 : 5 > ->  6:
>> "Berbahagialah orang yang lemah-lembut,
>> Kerana mereka akan memiliki bumi.
>> Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,
>> Kerana mereka makan dipuaskan"
>>
>> Yesus mengajarkan kasih dengan lemah lembut , bandingkan dengan Muhammad
>> yang mengajarkan kasih dengan Teror dan dendam
>>
>> Yohanes 3 : 12 - 13
>> "> 3:12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang
>> hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata
>> dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
>> 3:13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia
>> yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. > ">
>>
>> Yesus datang langsung dari sorga hanya Dia yang sebenarnya tahu akan
>> keadaan Sorga , bandingkan dengan Muhammad yang telah menipu anda bahwa
>> dia pergi ke sorga hayalan dia sendiri , dan menipu anda semua , bahwa
>> sorganya Muhammad tak lain adalah sorga duniawi .
>> Lukas 5:20
>> "> 5:20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara,
>> dosamu sudah diampuni." > ">
>>
>> Hanya Tuhan Yesus yang bisa mengampuni dosa manusia , bandingkan dengan
>> Muhammad yang hanya bisa berkata insyaallah (mudah2x an ) hal ini mirip
>> seperti orang bermain judi , bagaimana mungkin dia (muhammad) bisa
>> berkata hanya orang Islam yang bisa masuk ke sorga, padahal Muhammad
>> sendiri tidak tahu dia masuk sorga apa neraka , sekali lagi insyaallah ,
>> masalahnya maukah anda mempertaruhkan Roh dan Jiwa anda dengan kata
>> insyaallah agar masuk Sorga?
>>
>> Yohanes 17:6 > ->  26
>> Doa Yesus Kristus Tuhan kita di taman Getsemani untuk mendoakan kita
>> semua yang percaya kepadanya >
>>
>> "> 17:6. Aku sudah memperkenalkan Bapa kepada orang-orang dari dunia ini
>> yang sudah Bapa berikan kepada-Ku. Mereka adalah kepunyaan Bapa, dan Bapa
>> sudah memberikan mereka kepada-Ku. Mereka sudah menuruti perkataan Bapa.
>> 17:7 Sekarang mereka tahu bahwa semua yang Bapa berikan kepada-Ku berasal
>> dari Bapa.
>> 17:8 Sudah Kusampaikan kepada mereka perkataan yang Bapa berikan
>> kepada-Ku; dan mereka sudah menerimanya. Mereka tahu bahwa Aku
>> benar-benar datang dari Bapa dan mereka percaya bahwa Bapalah yang
>> mengutus Aku.
>> 17:9 Aku berdoa untuk mereka. Aku tidak berdoa untuk dunia melainkan
>> untuk orang-orang yang sudah Bapa berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah
>> kepunyaan Bapa.
>> 17:10 Semua milik-Ku adalah milik Bapa juga; dan semua milik Bapa adalah
>> milik-Ku juga. Aku diagungkan di antara mereka.
>> 17:11. Sekarang Aku datang kepada Bapa. Aku tidak tinggal lagi di dunia;
>> tetapi mereka ada di dunia. Bapa yang suci! Jagalah mereka dengan
>> kekuasaan nama Bapa, yaitu nama yang sudah Bapa berikan kepada-Ku--supaya
>> mereka menjadi satu, sama seperti Bapa dan Aku juga satu.
>> 17:12 Sewaktu Aku masih bersama mereka, Aku sudah menjaga mereka dengan
>> kekuasaan nama Bapa--nama yang Bapa berikan kepada-Ku. Aku sudah menjaga
>> mereka dan tak seorang pun dari mereka hilang, kecuali dia yang memang
>> sudah seharusnya hilang; supaya dengan itu terjadilah apa yang tertulis
>> dalam Alkitab.
>> 17:13 Sekarang Aku datang kepada Bapa. Semuanya ini Kukatakan sementara
>> Aku masih di dunia; supaya mereka dengan sepenuhnya merasakan
>> kegembiraan-Ku.
>> 17:14 Aku sudah menyampaikan kepada mereka perkataan Bapa, dan dunia
>> membenci mereka, sebab mereka bukan milik dunia, sama seperti Aku juga
>> bukan milik dunia.
>> 17:15 Aku tidak minta supaya Bapa mengambil mereka dari dunia ini, tetapi
>> Aku minta supaya Bapa menjaga mereka dari si Jahat.
>> 17:16 Sama halnya seperti Aku bukan milik dunia, mereka pun bukan milik
>> dunia.
>> 17:17. Jadikanlah mereka milik khusus Bapa melalui kebenaran; perkataan
>> Bapa itulah kebenaran.
>> 17:18 Seperti Bapa sudah mengutus Aku ke dunia, begitu juga Aku mengutus
>> mereka ke dunia.
>> 17:19 Untuk kepentingan mereka, Aku menyerahkan diri sebagai milik khusus
>> Bapa, supaya mereka pun menjadi milik khusus Bapa melalui kebenaran.
>> 17:20. Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa. Aku juga berdoa untuk
>> orang-orang yang akan percaya kepada-Ku oleh kesaksian mereka ini.
>> 17:21 Aku mohon, Bapa, supaya mereka semua menjadi satu, seperti Bapa
>> bersatu dengan Aku, dan Aku dengan Bapa. Semoga mereka menjadi satu
>> dengan Kita supaya dunia percaya bahwa Bapa yang mengutus Aku.
>> 17:22 Aku sudah memberikan mereka keagungan yang Bapa berikan kepada-Ku,
>> supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita juga satu;
>> 17:23 Aku dengan mereka, dan Bapa dengan Aku; supaya mereka benar-benar
>> satu. Maka dunia akan tahu bahwa Bapalah yang mengutus Aku, dan bahwa
>> Bapa mengasihi mereka seperti Bapa mengasihi Aku.
>> 17:24. Bapa, Aku ingin supaya mereka, yang Bapa berikan kepada-Ku, ada
>> bersama-Ku di tempat Aku berada, supaya mereka melihat keagungan-Ku;
>> yaitu keagungan yang Bapa berikan kepada-Ku, karena Bapa mengasihi Aku
>> sebelum dunia dijadikan.
>> 17:25 Bapa yang adil! Dunia tidak mengenal Bapa, tetapi Aku mengenal
>> Bapa; dan orang-orang ini tahu bahwa Bapa mengutus Aku.
>> 17:26 Aku sudah menyatakan nama Bapa kepada mereka; dan Aku akan terus
>> berbuat begitu, supaya kasih Bapa kepada-Ku tetap di dalam hati mereka
>> dan Aku bersatu dengan mereka."> ">
>>
>> Kita yang percaya kepadaNya Tuhan kita Yesus Kristus , begitupun juga
>> kita adalah milikNya , bandingkan dengan Muhammad , dia memperlakukan
>> pengikutnya hanya sebagai alat kekuasaan untuk melaksanakan nafsu
>> duniawinya. Melalui jalan kekerasan dan perbudakan , dan dusta .
>>
>> Yohanes 10 :7 -18
>> Hanya Yesus Kristus Tuhan kita yang dapat menyelamatkan kita
>>
>> "> 10:7 Maka Yesus berkata sekali lagi, "Sungguh benar kata-Ku ini:
>> Akulah pintu untuk domba. >
>> 10:8 Semua yang datang sebelum Aku adalah pencuri dan perampok, tetapi
>> domba-domba tidak mendengarkan suara mereka.
>> 10:9 Akulah pintu. Siapa masuk melalui Aku akan selamat; ia keluar masuk
>> dan mendapat makanan.
>> 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri, untuk membunuh dan untuk
>> merusak. Tetapi Aku datang supaya manusia mendapat hidup--hidup
>> berlimpah-limpah.
>> 10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya
>> untuk domba-dombanya.
>> 10:12 Orang upahan yang bukan gembala dan bukan juga pemilik domba-domba
>> itu, akan lari meninggalkan domba-domba kalau ia melihat serigala datang.
>> Maka domba-domba itu akan diterkam dan diceraiberaikan serigala.
>> 10:13 Orang upahan itu lari, sebab ia bekerja untuk upah. Ia tidak
>> mempedulikan domba-domba itu.
>> 10:14 Akulah gembala yang baik. Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku
>> mengenal Bapa, begitu juga Aku mengenal domba-domba-Ku dan mereka pun
>> mengenal Aku. Aku menyerahkan nyawa-Ku untuk mereka.
>> 10:15 (10:14)
>> 10:16 Masih ada domba-domba lain yang juga milik-Ku, tetapi tidak
>> tergolong dalam kawanan domba ini. Mereka juga harus Kubawa dan mereka
>> akan mendengarkan suara-Ku. Mereka semuanya akan menjadi satu kawanan
>> dengan satu gembala.
>> 10:17 Bapa mengasihi Aku sebab Aku menyerahkan nyawa-Ku, untuk
>> menerimanya kembali.
>> 10:18 Tidak seorang pun dapat mengambilnya daripada-Ku. Aku
>> menyerahkannya atas kemauan sendiri. Aku berkuasa untuk menyerahkannya,
>> dan berkuasa mengambilnya kembali. Itulah tugas yang Aku terima dari
>> Bapa-Ku." > ">
>>
>> Begitu cintanya Tuhan kita Yesus Kristus demi menyelamatkan kita semua
>> yang percaya kepadaNya , sehingga Dia rela mengorbankan nyawanya demi
>> menebus dosa-dosa kita semua , bandingkan dengan Muhammad , dia rela
>> mengorbangkan berjuta-juta nyawa pengikutnya demi melindungi Muhammad itu
>> sendiri , apakah dia benar-benar mencintai para pengikutnya sehingga dia
>> bertindak seperti itu , atau dia mencintai dirinya sendiri ?
>> Ya muhammad adalah gembala serigala yang haus darah .
>>
>> Matius 7 : 15-20
>> Yesus memperingatkan kita agar berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu
>>
>> "> 7:15. "Hati-hatilah terhadap nabi-nabi palsu. Mereka datang kepada
>> kalian berkedok domba, tetapi mereka sebenarnya seperti serigala yang
>> buas.
>> 7:16 Kalian akan mengenal mereka dari hasil perbuatannya. Belukar berduri
>> tidak mengeluarkan buah anggur, dan semak berduri tidak menghasilkan buah
>> ara.
>> 7:17 Dari pohon yang subur diperoleh buah yang baik, dan dari pohon yang
>> tidak subur buah yang buruk.
>> 7:18 Pohon yang subur tidak dapat menghasilkan buah yang buruk, dan pohon
>> yang tidak subur tidak dapat menghasilkan buah yang baik.
>> 7:19 Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, ditebang dan
>> dibakar.
>> 7:20 Begitu pula dengan nabi-nabi palsu. Kalian akan mengenal mereka dari
>> hasil perbuatannya." > ">
>>
>> Matius 24:24-26
>> "> 24:24 Sebab akan muncul penyelamat-penyelamat palsu dan nabi-nabi
>> palsu. Mereka akan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang luar biasa, dan
>> keajaiban-keajaiban untuk menipu, kalau mungkin, umat Allah juga.
>> 24:25 Jadi, ingatlah! Aku sudah memberitahukannya kepada kalian lebih
>> dahulu sebelum hal itu terjadi.
>> 24:26 Kalau orang berkata kepadamu, 'Lihat, Dia ada di sana di padang
>> gurun!' --jangan kalian ke sana. Atau kalau mereka berkata, 'Lihat, Ia
>> bersembunyi dalam kamar di sini!' --jangan percaya. > ">
>>
>> Bukan hanya muhammad saja nabi palsu di dunia ini masih banyak nabi-nabi
>> palsu di masa ini , lihatlah buahnya , apabila mereka melakukan hal yang
>> baik di mata Allah itu adalah datang dari Allah , apabila mereka
>> melakukan hal yang tidak baik dari Allah itulah dari sang penyesat
>> sendiri , karena sang penyesat itu congkak dan sombong yang selalu
>> menimbulkan keresahan di sekelilingnya baik dalam bentuk , terror , dusta
>> maupun percabulan , dari buahnyalah kalian dapat menilainya , karena buah
>> dari Allah adalah kasih dan lemah lembut yang tidak mengenal pamrih.>
>>
>> Markus 14 :38
>> 26:41 Berjaga-jagalah, dan berdoalah supaya kalian jangan mengalami
>> cobaan. Memang rohmu mau melakukan yang benar tetapi kalian tidak
>> sanggup, karena tabiat manusia itu lemah."
>>
>> Mari kita mempersenjatai iman kita dengan senjata Allah , senjata Allah
>> adalah Firman Allah itu sendiri melalui kasihNya , janganlah kita takut
>> terhadap apa yang menganiaya tubuh kita , melainkan takutlah terhadap apa
>> yang dapat memusnahkan tubuh maupun jiwa dan roh kita , oleh sebab itu
>> takutlah akan Yesus Kristus Tuhan kita yang mempunyai kuasa itu baik di
>> bumi maupun di sorga .
>>
>> Matius 5:3-12
>> "> 5:3. "Berbahagialah orang yang merasa tidak berdaya dan hanya
>> bergantung pada Tuhan saja; mereka adalah anggota umat Allah!
>> 5:4 Berbahagialah orang yang bersedih hati; Allah akan menghibur mereka!
>> 5:5 Berbahagialah orang yang rendah hati; Allah akan memenuhi janji-Nya
>> kepada mereka!
>> 5:6 Berbahagialah orang yang rindu melakukan kehendak Allah; Allah akan
>> memuaskan mereka!
>> 5:7 Berbahagialah orang yang mengasihani orang lain; Allah akan
>> mengasihani mereka juga!
>> 5:8 Berbahagialah orang yang murni hatinya; mereka akan mengenal Allah.
>> 5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai di antara manusia; Allah akan
>> mengaku mereka sebagai anak-anak-Nya!
>> 5:10 Berbahagialah orang yang menderita penganiayaan karena melakukan
>> kehendak Allah; mereka adalah anggota umat Allah!
>> 5:11 Berbahagialah kalian kalau dicela, dianiaya, dan difitnah demi Aku.
>> 5:12 Nabi-nabi yang hidup sebelum kalian pun sudah dianiaya seperti itu.
>> Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah upah di surga yang
>> disediakan Tuhan untuk kalian." > ">
>> Marilah kita semua bersuka cita akan namaNya , karena Dialah yang selalu
>> menyertai kita semua , janganlah takut bila dunia membenci anda , karena
>> kita bukan lagi milik dunia ini , melainkan kita adalah milikNya , yaitu
>> Tuhan kita Yesus Kristus yang telah mengorbankan diriNya di atas kayu
>> salib demi membebaskan kita semua dari kutukan maut. Amin .
>>
>> Saya adalah saksi yang telah di selamatkan oleh kasihNya , semua yang
>> telah saya alami adalah hal yang benar benar terjadi , yang dimana saya
>> dulu penuh dengan kebencian , iri , dengki , dan dusta , ternyata Tuhan
>> kita Yesus Kristus telah menyelamatkan jiwa saya dan membuat saya lahir
>> kembali dengan penuh rasa suka cita , rendah hati dan kasih.
>>
>> Shallom
>>
>> Solo , Indonesia , 3 mei 2006
>>
>> Nama asli saya Ahmad Andryansah bin Abdul Jalil dan saya akhirnya
>> mengganti nama saya menjadi Christian Andryansah , dan saya menghapus
>> nama Ahmad karena nama tersebut selalu mengingatkan saya akan kekejian.
>>
>> Diambil dari: www.Indonesia.FaithFreedom.org

"Papa, baca yang keras ya..."


"Papa, baca yang keras ya..."

Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dia bawa pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham. Ketika sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekati, berdiri tepat di sampingnya, sambil memegang buku cerita baru.
Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian Jessica, "Pa, liat!" Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya. Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kaca matanya. Kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi "Wah, buku baru ya, Jes?"
"Ya, Papa" Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya. "Bacain Jessi dong, Pa," pinta Jessica lembut.
"Wah Papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh," sanggah Budi dengan cepat. Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan di depannya.
Jessica bengong. Tapi ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu "Pa, Mama bilang, Papa mau baca untuk Jessi."
Budi mulai agak kesal, "Jes, Papa sibuk, sekarang Jessi suruh Mama baca ya?"
"Pa, Mama cibuk terus. Nih, Papa liat gambarnya, lucu-lucu."
"Lain kali Jessica. Sana! Papa lagi banyak kerjaan!" Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi. Menit demi menit berlalu, Jessica menarik napas panjang dan tetap di situ, berdiri di tempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi.
"Pa..., gambarnya bagus. Papa pasti suka..."
"Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!" Budi membentaknya dengan keras.
Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya. "Iya, Pa. Lain kali ya, Pa?" Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya, ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. "Pa, kalau Papa ada waktu, Papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa denger...."
Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, Buku cerita Peri imut, belum pernah dibacakan bagi dirinya. Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras "Buukk..!!"
Beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabok yang melajukan kendaraannya dengan kencang di depan rumah Budi. Tubuh Jessica mungil terentak beberapa meter. Dalam keadaan yang begitu panik, ambulance didatangkan secepatnya,. Selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih "Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang Papa-Mama." Darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi. Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana pun tidak dia penuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan Budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, "...Papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa dengar..." Kata-kata Jessi itu mengiang kembali.
Sore itu setelah segalanya berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati. Canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi. Budi mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil. Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura keras. Tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras. Ia terus membacanya dengan keras-keras, halaman demi halaman, dengan berlinang air mata. "Jessi, dengar Papa baca ya..."
Selang beberapa kata, hatinya memohon lagi "Jessi, Papa mohon ampun, Nak. Papa sayang Jessi.." Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya. Tak kuasa menahan sakit itu, Budi bersujud dan menagis..., memohon satu kesempatan lagi untuk belajar mencintai. (CN02)

 Amza Silaban

10 Kiat Menjadi Seorang Pribadi Yang Disukai




10 Kiat Menjadi Seorang Pribadi Yang Disukai


Kata kunci yang harus diperhatikan dalam berhubungan dengan orang lain adalah harga diri. Begitu pentingnya harga diri, sehingga tidak sedikit orang yang mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan harga dirinya. Untuk menjadi pribadi yang disukai, harus terus belajar memuaskan harga diri orang lain. Karena dengan harga diri yang terpuaskan, orang bisa menjadi lebih baik, lebih menyenangkan, dan lebih bersahabat.

1.ROYALAH DALAM MEMBERI PUJIAN
Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan penghargaan. Dan kalau Anda selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, Anda berada pada posisi yang strategis untuk disukai oleh orang lain. Caranya? Bukalah mata lebar-lebar untuk selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu pujilah dengan tulus.

2.BUATLAH ORANG LAIN MERASA DIRINYA SEBAGAI ORANG PENTINGTunjukkanlah dengan sikap dan ucapan bahwa anda menganggap orang lain itu penting. Misalnya, jangan biarkan orang lain menunggu terlalu lama, katakanlah maaf bila salah, tepatilah janji, dsb.

3.JADILAH PENDENGAR YANG BAIK
Kalau bicara itu perak dan diam itu emas, maka pendengar yang baik lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Dengarkanlah dengan antusias, dan jangan menilai atau menasehatinya bila tidak diminta.

4.USAHAKANLAH UNTUK SELALU MENYEBUTKAN NAMA ORANG DENGAN BENAR
Nama adalah milik berharga yang bersifat sangat pribadi. Umumnya orang tidak suka bila namanya disebut secara salah atau sembarangan. Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menulis namanya dengan benar. Misalnya, orang yang dipanggil Wilyem itu ditulisnya William, atau Wilhem? Sementara bicara, sebutlah namanya sesering mungkin. Menyebut Andre lebih baik dibandingkan Anda. Pak Peter lebih enak kedengarannya daripada sekedar Bapak.

5.BERSIKAPLAH RAMAH
Semua orang senang bila diperlakukan dengan ramah. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Keramahan membuat orang merasa betah berada di dekat Anda.

6.BERMURAH HATILAHAnda tidak akan menjadi miskin karena memberi dan tidak akan kekurangan karena berbagi. Seorang yang sangat bijak pernah menulis, Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri. Dengan demikian kemurahan hati disatu sisi baik buat Anda, dan disisi lain berguna bagi orang lain.

7.HINDARI KEBIASAAN MENGKRITIK, MENCELA ATAU MENGANGGAP REMEH
Umumnya orang tidak suka bila kelemahannya diketahui oleh orang lain, apalagi dipermalukan. Semua itu menyerang langsung ke pusat harga diri dan bisa membuat orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak bersahabat.

8.BERSIKAPLAH ASERTIF
Orang yang disukai bukanlah orang yang selalu berkata Ya, tetapi orang yang bisa berkata Tidak bila diperlukan. Sewaktu-waktu bisa saja prinsip atau pendapat Anda berseberangan dengan orang lain. Anda tidak harus menyesuaikan diri atau memaksakan mereka menyesuaikan diri dengan Anda. Jangan takut untuk berbeda dengan orang lain. Yang penting perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, tapi menimbulkan sikap saling pengertian. Sikap asertif selalu lebih dihargai dibanndingkan sikap Yesman.

9.PERBUATLAH APA YANG ANDA INGIN ORANG LAIN PERBUAT KEPADA ANDA
Perlakuan apapun yang anda inginkan dari orang lain yang dapat menyukakan hati, itulah yang harus anda lakukuan terlebih dahulu. Anda harus mengambil inisiatif untuk memulainya. Misalnya, bila ingin diperhatikan, mulailah memberi perhatian. Bila ingin dihargai, mulailah menghargai orang lain.

10.CINTAILAH DIRI SENDIRI
Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, menyukai dan melakukan apapun yang terbaik untuk diri sendiri. Ini berbeda dengan egois yang berarti mementingkan diri sendiri atau egosentris yang berarti berpusat kepada diri sendiri. Semakin Anda menyukai diri sendiri, semakin mudah Anda menyukai orang lain, maka semakin besar peluang Anda untuk disukai orang lain. Dengan menerima dan menyukai diri sendiri, Anda akan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain, menerima mereka dengan segala kekurangan dan keterbatasannya, bekerjasama dengan mereka dan menyukai mereka. Pada saat yang sama tanpa disadari Anda memancarkan pesona pribadi yang bisa membuat orang lain menyukai Anda.
 
 
 
Best Regards ,
Amza

Selasa, 10 Juli 2012

AKU MENANGIS UNTUK ADIKKU


 AKU MENANGIS UNTUK ADIKKU


Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari,orang tuaku membajak tanah kering kuning,dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya,aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya.
Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya.
Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan,
"Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.
Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata,
"Ayah, aku yang melakukannya!"
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.
Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun.
Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata,
"Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi." Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku.

Bertahun- tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11. Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut,
"Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...”
Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas,
"Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"
Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."
Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya.
"Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"
Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata,
"Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."
Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku:
“Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."
Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.
Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkat semen pada punggungnya di lokasi konstruksi,
aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas). Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan,
"Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"
Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya,
"Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum,
"Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"
Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu- debu dari adikku semuanya, dan tersekat- sekat dalam kata-kataku,
"Aku tidak peduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga!
Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..."
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan,
"Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.
"Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana- mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.
"Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!"
Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya.
"Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..."
Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan,
"Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu,
"Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar-ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"
Mata suamiku dipenuhi air mata,dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah- sepatah:
"Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"
"Mengapa membicarakan masa lalu?"
Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya,
"Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?"
Tanpa bahkan berpikir ia menjawab,
"Kakakku."
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.
"Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku,
"Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku."
Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

AMZA SILABAN,